Dalam Masa Pertumbuhan

www.washilah.com |. Powered by Blogger.

Categories

Football

About

captain_jack_sparrow___vectorHello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →

Ads Here

Popular Posts

Prof Dr Azhar Arsyad MA Membangun UIN Butuh Perjuangan..

Hiruk-pikuk pembongkaran tujuh gedung di Kampus I UIN Alauddin Makassar sudah ramai dibicarakan. Sebagai gantinya akan dibangun Rumah Sakit Pendidikan (RSP) berlantai sembilan dan Fakultas Kedokteran. Pembangunan RSP ternyata telah lama dirintis, terhitung sejak kepemimpinan Rektor terdahulu. Lalu bagaimana tanggapan Mantan Rektor, Prof Dr Azhar Arsyad MA terkait hal ini? Berikut wawancara eksklusif reporter Washilah, Rahmawati dan Luqman Zainuddin beberapa waktu lalu.

Apa yang Menjadi Alasan Bapak Sehingga Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Perlu Dibangun?
Itu adalah suatu keharusan. Kenapa? Karena salah satu syarat untuk membentuk program studi (prodi) kedokteran ataupun Fakultas Kedokteran (FK) adalah punya RSP. Sebab, perguruan tinggi tanpa FK sepertinya kurang bergezah. Tidak lengkap rasanya. Sehingga dari dulu, saya selalu menyampaikan kepada sejumlah orang harus ada FK atau yang mirip dengan itu ( pendidikan kedokteran, red).

Alasannya, ketika kita melihat dari sejarah, ilmu pengetahuan ummat Islam sejak dulu terutama pada masa-masa jayanya tercakup didalamnya biologi dan pengetahuan yang berkaitan dengan kedokteran. Apalagi, semasa menjadi Rektor, saya kan mengusulkan kurang lebih 21 prodi baru. Salah satunya prodi pendidikan Kedokteran dan sudah disetujui. 

Dari sini kita bisa memulai pendidikan kedokteran, sehingga kita punya RS. Terkait dengan pembangunan RS, hanya menyangkut persoalan biaya, kalau dananya sudah ada maka bisa dibuat. Dan sejak dulu, sebenarnya Dewan Perwakian Rakyat (DPR) sudah mengincar UIN. Hanya, kita selalu mengatakan selesaikan dulu apa yang ada. Jadi, kalau ini ada, buat saya bagus karena sudah lama direncanakan.

Dari Kacamata Bapak, Sudah Siapkah UIN Membangun RSP Sekarang ini? Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?
Tergantung pada yang memanagenya. Tetapi kalau menurut saya, kita memang harus menyiapkan segala sesuatunya dan tidak asal-asalan karena itu prinsip saya. Sebab, kalau jadi ini adalah jihad luar biasa. Kita tidak boleh lagi melakukan hal-hal yang sifatnya domestik, tetapi harus mencari peluang dan kerjasama terkait dengan bidang yang ingin dikembangkan.

Misalnya, UIN membutuhkan dokter ahli. Caranya, kita bisa melakukan kerja sama dengan pihak luar. Makanya tergantung yang memenagenya, tergantung pada perjuangan. Karena perjuangan membutuhkan jihad. Bahkan terkadang mengorbankan harta pribadi, tapi itulah jihad. Dan jiwa-jiwa seperti inilah yang perlu dikembangkan.

Ada Ketakutan Eksistensi Jurusan Agama Nantinya Tergeser Hadirnya Prodi Kedokteran. Pendapat Bapak?
Jelas, karena rata-rata yang pintar lebih banyak memilih kedokteran. Tapi, bukan berarti di jurusan agama tidak ada yang pintar, ada yang pintar, cuma mungkin ada beberapa faktor penyebab sehingga yang bernilai tinggi memilih kedokteran. Namun, yang perlu diketahui sesungguhnya ilmu kedokteran juga adalah ilmu pengetahuan agama. Sebab dalam Al-quran sekalipun terdapat ayat-ayat yang membahas kedokteran, kesehatan, termasuk menganalisis penyakit rohani. Dan itu suatu perkembangan pemikiran perguruan tinggi Islam. Kita tidak boleh dikotomi, tetapi harus melihat perkembangan.

Sebagai Salah Satu Perintis, Apakah Bapak Pernah Diajak Setidaknya Memberikan Masukan Terkait Pembangunan RSP Ke Depan?
Setelah kepemimpinan saya selesai, tidak pernah lagi diajak. Tetapi bagi saya, mungkin sudah ada anak-anak muda yang cerdas. Tetapi, sesungguhnya untuk membangun UIN memerlukan perjuangan, apa yang ada saat ini perlu dipelihara. Diperlukan jihad sekuat tenaga.

Apa Pesan Bapak Untuk Pimpinan UIN saat ini? Atau Saran Bapak Untuk UIN Ke Depan?

Yang bisa kita lakukan untuk saat ini adalah Pertama, konsistensi antara ucapan dan perbuatan. Kedua, ketika kita berbicara peradaban maka kita harus paham apa arti peradaban yang sesungguhnya bukan pada pendapat kita sendiri tapi menurut standar yang didefinisikan para ahli yang dipahami sebagai kebersamaan karena itulah Islam yang berarti damai. Ketiga, kita harus tahu bahwa dunia ini tempat perjuangan. Termasuk, apa yang sudah saya bangun dulu supaya dipelihara seperti kebersihan. Ada tiga hal yang saya sarankan diantaranya:
-          Perbaiki yang tidak baik
-          Bersihkan yang kurang bersih
-          Lanjutkan yang baik-baik
*Tabloid Washilah, Edisi September 2012

No comments:

Post a Comment