Dalam Masa Pertumbuhan

www.washilah.com |. Powered by Blogger.

Categories

Football

About

captain_jack_sparrow___vectorHello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →

Ads Here

Popular Posts

Rudi Pieter Goni, Sang Sekretaris Tiga Zaman (1)


TIDAK ada yang instan, semua hal yang melalui proses akan bermuara pada hal yang baik. Rudy Pieter Goni percaya, menaiki tangga demi anak tangga dalam karir politik adalah keharusan. Hal itu akhirnya mengantarkan ayah tiga anak ini menjadi sosok paling dipercaya dan menjadi sekretaris tiga zaman PDI-Perjuangan di Sulsel itu.

Keberadaan Rudi Pieter Goni di dunia politik sudah berumur. Bukan karena partai ia bergabung. Namun karena presiden ke 5 RI yang menarik hatinya hingga ia berani melangkahkan kakinya. Jauh dari cita-citanya menjadi seorang bankir. Dualisme kepemimpinan antara Megawati dan Soerjadi di tubuh partai moncong putih itu pada 1996 adalah awal mulanya.

"Saya terpanggil untuk berada di pro Megawati, saya menjadi kordinator dan melakukan aksi di DPRD Sulsel menuntut keabsahan. Ketertarikan kita karena Mega adalah symbol perlawanan, symbol kemuakan kita pada orde baru. Jadi bukan karena partainya," kata Rudi di kantornya di Makassar, Selasa (16/6/2015).

Lara maupun suka sudah Rudi jalani. Buntut aksi nekatnya, ia akhirnya ditahan di Kodim kala itu. Sederet pertanyaan yang diajuakan kepadanya dan penahanan itu akhirnya mengokohkan naitnya untuk bergabung dalam dunia politik. "Akhirnya saya terjun, walaupun persinggungan saya hanya didasari pada rasa empati," ungkapnya.

Awalnya ia sempat ditawari menjadi pengurus provinsi Sulsel namun ia memilih mulai dari bawah. Kematangan dirinya yang bisa terbentuk melalui proses adalah alasan yang membulatkan tekadnya. Pada tahun 1998 mulailah Rudi meduduki jabatan yang cukup penting kala itu, yakni sebagai ketua PAC PDI Perjuangan kecamatan Ujung Pandang.

Berturut-turut, Rudi menjadi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel hingga tiga periode. Sekretaris tiga zaman pun disematkan padanya. Pemahaman akan struktural partai dan organsasi adalah satu alasan kuat yang membuatnya tetap dipercaya pada kursi tersebut. Meski ia pernah menjadi calon ketua.

“Tapi partai masih mempercayai kita dengan jabatan itu. Kita harus bekerja maksimal. Jangan hitung untung ruginya, Selalu berpegangan pada prinsip kerjakanlah kewajibanmu dengan tidak menghitung-hitung untung ruginya,” ungkap Rudi mengulang deretan kata yang ia tempeli di ruang kerjanya. Ia mengkui kalau kata-kata itu menjadi penyemangatnya.

Politik tidak ubahnya magnet bagi Rudi. Semakin ia paham dengan apa yang harusnya diperbuat untuk rakyat, membuatnya sadar kalau semua itu tidak akan maksimal jika hanya dilakukan dari luar. Tetapi harus dari dalam. “Seperti main bola, ketika kita berlakon sebagai penonton, kita hanya berkomentar bagaimana cara menggolkan. Tapi saat kita bermain sebagai pemain, kita jadi tau caranya menggolkan,” aku pria berumur 47 tahun itu.

Untuk fokus pada keinginannya tersebut, Rudi rela meninggalkan kursi empuknya di sebagai direktur umum pada TV Lokal yang ia bangun bersama rekan-rekannya di tahun 2001. Media tersebut memang menjadi perpanjangan tangan dari hobinya menyiar radio. Hanya saja Rudi mundur, karena melihat media tidak boleh menjadi alat perjuangan politik, namun seharusnya menjadi alat perjuangan rakyat.

Ia bangga karena bisa menjadi legislator partai dari sebelumnya hanya sebagai pejuang partai. Ia mengakui kalau pejuang partai tidak banyak yang bisa seperti itu. Apalagi setelah diberikan kepercayaan oleh rakyat dua periode. “Kenapa kita menajadi anggota terus, karena belum pernah kita mengentaskan apa yang kita perjuangkan,” ungkap Rudi.

Rudi mencontihkan seperti pendidikan dan kesehatan gratis yang seharusnya mutlak milik rakyat. Tetapi masih terlalu sering didengat kalau ada orang yang tidak sekolah dan tidak tersentuh dengan kebijakan itu.

Sebagai seorang sekretaris tiga zaman, Rudi menghadapi tiga permasalahan yang masing-masing punya tingkat kesulitannya. Hanya saja, Rudi menjelaskan kalau periode kali inilah yang paling berat. Ia merasa tidak berhasil kalau gagal mewujudkan cita-cita partainya.

Karir politik
1998 s/d 2000 Ketua PAC PDI-P Kec.Ujung Pandang
2000 s/d 2005 Sekretaris DPC PDI-P Kota Makassar
2005 s/d 2010 Sekretaris DPD PDI-P Provinsi Sulsel
2010 s/d 2015 Sekretaris DPD PDI-P Provinsi Sulsel
20015 s/d 2020 Sekretaris DPD PDI-P Provinsi Sulsel

***

INI adalah artikel yang saya bikin saat masih menjadi karyawan di surat kabar harian INILAH SULSEL, 2015 silam. Artikel ini terbit di halaman Rubrik True Story, edisi 16 Juni 2015.

luqman zainuddin

No comments:

Post a Comment