Dalam Masa Pertumbuhan

www.washilah.com |. Powered by Blogger.

Categories

Football

About

captain_jack_sparrow___vectorHello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →

Ads Here

Popular Posts

Catatan untuk Kak Arum Spink yang Baik


Sama dengan kebanyakan orang yang mengenalnya, saya melihat nama Arum Spink sudah satu tarikan nafas dengan kata "pendakwah". Senantiasa mengajak ke jalan kebaikan. Baik itu dari atas mimbar, maupun dengan tulisan di berbagai medium. Tak hanya sebatas koran dan buku, tulisan-tulisannya pun begitu sering ia hemparkan di FB, twitter dan lainnya yang terdefenisikan sebagai media sosial.

Di kalangan mahasiswa, kk Pipink - begitu kami menyapanya, juga menjelma menjadi seorang motivator. Disetiap kesempatan diskusi, motivasi nan bijak bestari selalu meluncur dari mulutnya. Makanya tak heran, satu - dua penggal kata-katanya kerap dijadikan status di medsos oleh adik-adiknya yang unyu-unyu itu.

Ia senang menularkan semangat mudanya kala masih menjadi aktivis mahasiswa. Tapi tak segan mengkritik para agent of change itu. Apalagi soal demonstrasi. Suatu waktu saya pernah meminta pandangannya terkait aksi unjuk rasa untuk diterbitkan di Koran tempat saya bekerja, dulu. Yang waktu itu memang banyak aksi demonstrasi yang alih alih mengundang simpati masyarakat, malah balik dicaci.

"Mahasiswa seharusnya mengubah pola unjuk rasa. Masalahnya sekarang paradigma gerakan yang harus dievaluasi. Kita butuh aksi dan gerakan yang lebih rasional dan mencerminkan intelektualitas penggeraknya." Begitu kata Kk Pipink, yang kemudian dikorankan pada 22 Mei dua tahun lalu.

Jauh sebelum itu, saya sudah berjumpa dengannya tahun 2012 silam di redaksi Washilah kampus I. Waktu itu ia datang berkunjung. Hanya ada beberapa dari pengurus dan anggota magang yang sempat menemuinya, salah satunya saya. Hanya saja ia tidak terlihat seperti pribadi yang saya tuliskan diatas. Malah, kk Pipink agagnya lebih mirip pengamat musik, yang sudah malang melintang di blantika permusikan tanah air.

Itu karena tiba-tiba Kk Pipink membahas lagu-lagu fenomenal dari diva berkebangsaan Inggris, Adele Laurie Blue Adkins. Memang saat itu nama Adele sedang booming. Tiga lagu dari satu album yang dirilis pada tahun tersebut, merajai Billboard Hot 100 USA sekaligus. Gara-gara itu, Adele diganjar penghargaan Guinness World Records. Salah satu lagunya, "set the fire to the rain" kata kk Pipink punya makna yang sangat mendalam dan cukup emosional, tentang hubungan sepasang kekasih. Dan saya hanya manggut-manggut layaknya burung perkutut mendengarnya mengkaji lagu itu.

Itulah barangkali kenapa banyak yang menyebut dia mirip dengan beberapa pemusik di Indonesia, dari Ari Lasso sampai Eza Yayang (yang sesaat lalu ditulis kk Ewa Dewany di testimoninya). Tapi kalau pendapat saya pribadi, Kk Pipink agag mirip Faank "Wali Band" sih... haha

Baru setelah perjumpaan di Redaksi Washilah kampus I yang kini sudah rata dengan tanah itu, saya menjumpai beberapa tulisannya. Yang paling berbekas adalah tulisan berjudul "Orang Gila yang Sebenarnya" yang dimuat di tabloid Washilah edisi 2012. Tulisan itu menjadi kritik bagi kebanyakan dari kita yang memiliki tubuh dan pikiran sehat wal afiat namun kurang bersyukur. Dan tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.

Belakangan, saya baru tahu kalau ia pribadi yang sangat senang menulis. Itu setelah menemukan beberapa tulisan essainya, juga buku hasil karyanya.

Di waktu yang lain, saya pernah menghadiri bedah buku miliknya berjudul "Ramadhan Usah Kau Pergi". Firdaus Muhammad, salah seorang pembedah waktu itu melihat tulisan dalam buku tersebut sangat renyah untuk dibaca. Sebagai penulis, Arum Spink juga dinilai pandai menentukan sudut pandang, dan tidak memiliki pola seperti penulis kebanyakan. Tapi nampak reflektif, kadang sebagai penceramah, atau politisi, tapi dengan tulisan bernuansa catatan harian.

Di depan adik-adiknya di Washilah, dia selalu meminta agar tak ada keraguan dalam berproses di organisasi, lakukan sepenuh hati, maximum effort. "Percayalah, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil," begitu kata Kk Pipink. Ia selalu berpesan untuk terus menulis, apapun yang ditangkap oleh mata. Dari pesan-pesannya itulah dia kadang menjadi idola.

Dunia memang senantiasa berubah dengan iramanya yang ritmis, tapi Arum Spink masih tetap sama dengan dulu. Meski dengan segala kesibukannya sebagai wakil rakyat. Mengakhiri catatan singkat ini, selamat ulang tahun kk Arum Spink yang ke 39, semoga sehat selalu, dan dilimpahkan rezeki.

Gowa, 30 Januari 2017

No comments:

Post a Comment