Dalam Masa Pertumbuhan

www.washilah.com |. Powered by Blogger.

Categories

Football

About

captain_jack_sparrow___vectorHello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →

Ads Here

Popular Posts

Aquaman: Seperti Bukan DC


Tak seperti film DC lain, Aquaman menyajikan sensasi berbeda. Terang benderang dengan kelucuan yang diluar dari kebiasaan.


Sebelum membaca, perlu saya ingatkan, bahwa artikel ini bukanlah artikel yang bisa menambah wawasan leterasi Anda, atau menjadi referensi film, atau sekadar memberikan spoiler isi dari film Aquaman. Sama sekali tidak. Ini hanya sekadar pengalaman sehabis menonton film bikinan James Wan itu.

Beberapa hari lalu, saya menghabiskan Rp80 ribu rupiah untuk menyaksikan film Aquaman di bioskop. Film solo sang superhero lautan, setelah pertama kali muncul di film Justice League bersama hero DC lain. Seperti Superman, Batman, dan Wonderwoman.

Sebenarnya, saya juga tak akan menonton film ini, kalau bukan karena isteri, yang kebetulan mau menonton film Fantastic Beast di bioskop. Sayangnya, film itu sudah tak lagi tayang. Karena terlanjur di bioskop, maka jadilah, kita menonton Aquaman.

Sebelum menonton, saya memang tidak terlalu banyak berharap dari film ini. Karena stigma film DC yang selama ini sudah ada dalam kepala saya. Selalu gelap, membosankan, dan alur yang terlalu gampang ditebak. Kemudian, terlalu serius.

Sebut saja semua sekuel Batman yang, gelap, kelam, dan begitu serius (menurut saya). Aksi-aksinya juga tak banyak membuat saya berdecak dan membuat harus memikirkannya sampai ke rumah. Kemudian, Justice League yang sebenarnya lebih mirip seperti film sekuel Superman, alih-alih sebagai film yang mengumpulkan semua superhero dari DC Cinematic Universe (DCU).

Tapi Aquaman berbeda. Seperti memabawa penonton memahami alur ceritanya yang jelas. Ketokohan sang Aquaman 'Jason Mamoa' dibangun sejak awal cerita. Bagaimana mendapatkan kekuatannya. Ia bahkan harus kalah beberapa kali kalah dari lawannya, yang merupakan adik tirinya.

Aquaman juga dibikin tak se-IMBA Superman. Bahkan dengan Trident Atlantis, ia juga masih tak bisa menang dengan mudah.

Konflik yang terjadi, juga tak lepas dari kehadiran sang Aquaman akibat perkawinan silang ibunya yang seorang Atlantian dan ayahnya yang manusia biasa. Kemudian black manta yang menjadi lawan kuat Aquaman, karakternya juga dibangun dengan baik. Kebenciannya lahir, karena Aquaman sengaja membiarkan orang tua black manta tewas mengenaskan.

Yang terpenting, Aquaman tak menyajikan pertarungan yang begitu gelap. Khas dengan pemandangan bawah laut dan penghuninya.

Terpenting, film Aquaman memberikan kelucuan-kelucuan yang tak didapatkan dari film DC lainnya. Seperti scene di awal-awal film ketika sejumlah laki-laki kekar bertato dan janggot lebat mendatangi Aquaman di sebuah bar dan sengaja menumpahkan minum sang hero. Kemudian bertanya dengan suara tinggi, apa benar dia Aquaman.

Saat semua orang berharap akan ada pertunjukan kekuatan dari sang Aquaman, malah yang terjadi sebaliknya. Orang-orang kekar itu adalah fans berat Aquaman. Kemudian mengajaknya ber-wefie dengan handphone ber-chasing pink. Dan berakhir mabok-mabokan.

Tapi tentu ini subjektifitas saya. Dan ini sama sekali tak mewakili pandangan dari banyak penonton Aquaman. Tapi, bagi saya seperti itulah film ini.

No comments:

Post a Comment