Mencari Nafkah d tengah Keramaian Wisuda
Washilah--
Namanya Marni, seorang ibu penjual mainan anak-anak, ia adalah satu dari
puluhan penjual dadakan yang hadir dan turut meraamaikan saat perayaan Wisuda
Uin Alauddin yang ke-62 di Auditorium Kampus II Samata, tempo hari. Selasa
(29/05)
Marni
duduk sambil menjajakan dagangannya ketika salah seorang crew Washilah datang mewawancarainya. Kepada washilah, ia mengaku
kedatangannya kesini bersama suaminya sudah terhitung dua kali semenjak wisuda
terkahir “ Dua kalima’ datang di sini, pernahka juga datang di tempat
lain seperti Unm” ujarnya dengan logat Makassar yang kental.
Pedagang
yang biasanya berdagang di pantai Losari ini mengaku penghasilannya di
hari-hari seperti sekarang ini lebih banyak ketimbang hari-hari biasa “ lebih
banyak’i sedikit dibanding hari-hari biasa, saya jadikan juga penghasilan
tambahan, ” ujarnya. Mengenai informasi wisuda, lanjut Marni, ia dapatkan dari teman-teman.
Lain
halnya dengan Daeng tompo, lelaki penjual makanan dan minuman dingin ini
mengaku pendapatannya selama hampir tiga kali ia berjualan di Wisuda seperti
sekarang ini tidak pernah menentu “ tidak pernah tetap penghasilanku, karena saya
cuma kerja sampingan saja, saya jual punya orang, nanti setor, kalau ada untung
saya dibagi dengan yang punya” ujarnya sembari melayani pembelinya.
Meski
terkesan dadakan, beberapa penjual yang hampir memenuhi tempat parkir
Auditorium mengaku dapat meraup untung lebih jika dibanding hari-hari lain,
meski mereka hanya jadikan pekerjaan sampingan. Tak hanya itu, kehadiran para
pedagang ini seolah menjadi hiburan tersendiri bagi keluarga wisudawan yang
tidak kebagian tempat di ruang Wisuda.(LqZ)








No comments:
Post a Comment