Selamat
“Selamat...,” kata Dolla Ibrahim, kepada sahabatnya Amarullah yang hari ini resmi menjadi bapak. Kedua lelaki itu berpelukan, sesenggukan dalam tangis bahagia. Disamping mereka, berbaring Mastuti dengan senyum menyembul dibalik wajah pucatnya.
Perlahan, Amarullah melepas pelukan sahabatnya sembari menyeka sisa-sisa air matanya dengan handuk biru pudar yang selalu ia bawa saat mengayuh becak miliknya. Sesaat kemudian, ia mendaratkan bibirnya di kening Mastuti, bidadarinya. Perempuan yang bertarung hidup di ruang persalinan 6 jam lamanya.
“Selamat…, dek,” kata seorang teman dibalik telepon kepada Nurmia. Dari informasi kawannya di kota itu, Nurmia berhasil lolos seleksi di salah satu universitas negeri yang pengumumannya keluar hari ini. Nurmia sangat senang mendapati dirinya rupanya bisa bersaing di kota.
Gadis 18 tahun itu tak bisa bercerita banyak ke temannya melalui telepon gara-gara mamaknya terus memanggil dari luar kamar. Ia kemudian menutup telepon, dan keluar kamar, tak lupa berterima kasih kepada temannya.
Dibalik pintu kamar mamaknya sudah menunggu dengan penuh emosi. Mamaknya bilang, Nurmia tak tahu menghargai, meninggalkan ruang tamu. Padahal disana ada keluarga dari seorang lelaki yang sudah dijodohkan dengan dirinya. Nurmia hanya diam tertuntuk.
“Selamat…, Nomor Anda berhasil memenangkan undian T********* poin yang diundi tadi malam di RC** pukul 23.59. Anda berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp75 juta. Pemenang dapat menguhubungi nomor berikut, 085243890***. Untuk info cek di T*********.blogspot.com,” isi sebuah SMS di hape Dg Nompo yang membuatnya senang bukan kepalang.
Kepada temannya sesama buruh bangunan, Dg Nompo izin pulang lebih awal hari ini. Kabar bahagia tersebut kata dia harus disampakan kepada keluarga, terutama istrinya secepat mungkin. Ia yakin, SMS itu akan melunakkan hati sang terkasih yang merajuk sejak dua hari lalu gara-gara hape baru Dg Nompo.
Tak lupa, Dg Nompo singgah membeli pulsa untuk menghubungi nomor yang tertera di pesan tersebut.
“Selamat…, Pak,” kata beberapa bawahan kepada pejabat baru saat datang kali pertama di kantor tersebut. Usai berbincang sebentar, sang pejabat baru bergegas masuk ke ruang kerjanya. Beberapa staf ada yang kembali bekerja, lainnya memilih bergosip. Topiknya seputar pimpinan baru dan lama mereka.
Beberapa dari mereka masih bingung kenapa pejabat sebelumnya digantikan. Padahal soal kinerja tak perlu lagi dipertanyakan. Belum lagi sikap bersahabatnya dengan staf serta kebijakannya yang dianggap pro.
Mereka kemudian bertanya-tanya, akan seperti apa kepemimpinan pejabat baru ini. Banyak yang sinis, karena pejabat yang baru dilantik kemarin ini hanya fungsionaris sebuah partai di daerah tersebut. “Jangan ada keraguan, kerja kerja kerja” bisik salah seorang dari mereka.
Sementara itu di tempat lain pada waktu yang sama, seorang pemuda juga sedang mengucapkan kata Selamat. Bukan untuk seseorang disekitarnya, tapi untuk diri sendiri. “Selamat…,” katanya dalam hati. Itu sebagai ucapan atas dirinya yang akhirnya bisa mengisi blognya setelah tak pernah di update salama beberapa bulan.
Tulisannya itu berjudul ‘Selamat’
***
Gowa, 10 Agustus 2016








No comments:
Post a Comment