Dalam Masa Pertumbuhan

www.washilah.com |. Powered by Blogger.

Categories

Football

About

captain_jack_sparrow___vectorHello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →

Ads Here

Popular Posts

Dini hari, Saat Ibu Cantik Minta Diakui sebagai Tante

Manusia itu makhluk sosial, yang memiliki kebutuhan, kemampuan, dan kebiasaan untuk menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan manusia lain. Namun apa jadinya jika tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Anggap saja karena tuntutan profesi atau kesibukan lainnya yang membuat ini mungkin terjadi. Jarang berinteraksi dengan warga sekitar, utamanya mereka yang tinggal di perumahan.


Pergi pagi, pulang malam (atau pulang pagi lagi, mirip lagu Armada), begitu selama hari kerja salama sepekan. Porsi waktu yang tercurahkan untuk profesi dan kesibukan lainnya membuat interaksi dengan orang lain berkurang. Hanya pada saat libur kemungkinan terbesar untuk berinteraksi dengan warga tempat ia tinggal, itu pun kalau tidak dihabiskan untuk keluarga dan liburan, kalau mahasiswa biasanya tiduran (ini hanya saya).

Biasanya, ini diperparah dengan sifat tambahan manusia modern yang enggan bercengkrama dengan tetangga. Ini sebagian besar saja, sebagian kecil lainnya mungkin sama, apalagi mahasiswa, tingkat dewa seperti saya ini. Tapi beda cerita kalau tetangganya mahasiswi-mahasiswi yang butuh nasihat-nasihat hidup dari mahasiswa seperti saya.

Nah, beberapa hari yang lalu, saya dan tiga teman laki-laki (semoga tidak aneh dibaca) saya  yang tinggal dalam sebuah rumah di kompleks yang berada di sudut kota Gowa mengalami kejadian yang cukup kompleks, yang sebenarnya bisa membuat nama kami terkenal, barangkali kalau dimuat di media-media judulnya seperti ini "Empat Orang Mahasiswa Jomblo Hentikan Tindak Kriminal". Namun apa mau dikata, buruknya tingkat sosialisasi dengan tetangga ditengarai menjadi penyebab hal ini urung terjadi.

Malam itu, Jum'at (09/01) sekira pukul 00.50 waktu setempat, seorang tiba-tiba mengetuk pintu. Saat pintu dibuka, muncullah sesosok wanita muda cantik dengan bibir tipis dan wajah imut putih yang tampak cerah meski ditengah malam yang gelap. Tingginya tidak lebih dari 170 CM dengan rambut panjang lurus tak diikat. Dia masih mengenakan setelan kantor.

"Ini keponakanku." Nah loh, tidak ada intermezo, tiba-tiba kami yang disatukan dalam sebuah organisasi menjadi satu keluarga dengan seorang tante cantik. Tapi kalau dipikir-pikir, kan bisa saja kami memang keluarga, namun karena suatu ihwal, tiba-tiba hal itu tidak terjadi karena yang memungkinkan hal tersebut hilang. Nah, si wanita cantik ini barangkali benang merahnya. Kemudian, bisa saja sinetron di tivi-tivi tidak selamanya fiktif belaka, "Tante Yang Tertukar".

Tak lama wanita cantik itu juga mengajak salah seorang teman untuk mengakuisisinya sebagai tantenya. Bukannya tidak mau, tapi ini terdengar mencurigakan, ditambah si wanita cantik ternyata tidak sendiri. Seorang laki-laki berbadan tambun dengan gaya rambut cepak berdiri tidak jauh darinya. Ternyata dia memperkenalakn kami sebagai keponakannya kepada laki-laki itu.

Untuk beberapa saat akhirnya saya sadar, ini sandiwara belaka. Wanita cantik ini ternyata berbohong, ini semua hanya drama ditengah malam. Dia sengaja melakukannya untuk menghindar dari lelaki tadi entah apa musababnya.

Kira-kira apa yang akan kalian lakukan jika kalian mengalaminya? kalau kami hanya diam. Pikir kami, dia dan lelaki tadi sepasang sejoli, dan sedang bertengkar. Jomblo-jomblo begini saya mafhum betul dengan permasalahan pasangan, itu hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Biarkan saja, nanti juga damai, toh mereka juga terlihat akrab.

Benar saja, si lelaki pergi. Meski begitu, beberapa dari kami mempersenjatai diri dengan senjata tajam guna berjaga-jaga untuk kemungkinan terburuk, mereka penjahat. Karena salah seorang teman yang karib dengan hal-hal mistik merasakan sesuatu yang aneh di mata lelaki itu yang memang nampak merah. "Tukang hipnotis," kata dia.

Setelah laki-laki itu pergi, Seorang teman menghampiri wanita cantik yang hampir jadi tante saya. Nah alangkah terkejutnya saya saat dia mengaku tidak punya hubungan apa-apa dengan laki-laki tadi, dia dibuntuti. Menurut wanita cantik ini, laki-laki tadi banyak bertanya tentang ini itu, tentang plat mobilnya yang bukan plat sulawesi, dan dia menduga kalau laki-laki tadi berniat jahat padanya.

Saya semakin terkejut saat tahu kalau wanita cantik ini, ternyata Ibu dua anak yang tinggal di depan kediaman kami, hanya 20 langkah. Nah alasannya menghampiri rumah kami, berharap kami mengamankan laki-laki tadi. Namun apa daya, kami tidak tahu kalau tadi itu adegan kejahatan, lagi-lagi karena kita tidak pernah berjumpa sebelumnya meski sudah sejak bulan Mei 2013 lalu saya mendiami rumah ini, delapan bulan. (Nah, gambar disamping itu rumahnya )

Mungkin modus kejahatan seperti ini sudah sering terjadi. Berpura-pura mengobrol ini itu, tiba-tiba clingggg. "kamu akan menuruti segala perkataan saya" sang korban terhipnotis. Namun malam itu dia kurang beruntung karena bertemu dengan kami #tsaaahhh. Hanya saja kurang memikat, kalau saja bisa ditangkap, mungkin saja laki-laki tadi bajingan kelas atas yang sudah menipu banyak wanita cantik. Paling tidak nama kami bisa  naik di media lokal, dan nama kami di muat di koran, seperti yang saya bilang diawal.

Saya tidak mau menyalahkan diri saya sepenuhnya. Karena setelah saya renung dan pikirkan matang-matang ini bukan kesalahan semata dari saya seorang. Setidaknya saya dan si wanita cantik berbagi sama 60 persen atas keengganan kami untuk berinteraksi, 30 persen karena kesibukan kami yang menguras waktu untuk berinteraksi, sisanya kesalahan pengemban perumahan yang tidak menyediakan Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial, kan bisa jadi sarana untuk penghuni saling mengenal diwaktu senggang. Perlu dicatat, perumahan tempat saya tinggal tidak ada lapangan tempat bermain kanak-kanak, bahkan mushollah pun tak ada.

#Seandainya saja dari awal kita saling kenal, mau kok saya jadi keponakannya tante. Dan pasti malam itu saya bilang "Sini tante, masuk, biarkan laki-laki bajingan itu teman saya yang urus".

Gowa, 11 Januari 2015

No comments:

Post a Comment